Digital Design
Istilah teknis seputar file, resolusi, layer, dan format digital yang dipakai sehari-hari oleh Graphic Designer. Berisi 25 istilah.
Artboard
Area kerja tempat membuat desain dalam software seperti Adobe Illustrator, Figma, atau Affinity.
Seorang desainer membuat beberapa artboard dalam satu file untuk mendesain Instagram Feed, Story, dan Reels Cover sekaligus.
Canvas
Area kerja utama tempat elemen desain ditempatkan dan diedit.
Di Photoshop, canvas digunakan sebagai bidang kerja saat membuat banner atau poster digital.
Resolution
Tingkat ketajaman gambar yang ditentukan oleh jumlah piksel dalam suatu ukuran tertentu.
Desain dengan resolusi tinggi menghasilkan gambar yang lebih tajam saat dicetak maupun ditampilkan di layar.
DPI (Dots Per Inch)
Satuan yang menunjukkan jumlah titik tinta dalam satu inci pada hasil cetak.
Banner cetak biasanya menggunakan resolusi 300 DPI agar hasil tidak pecah.
PPI (Pixels Per Inch)
Satuan yang menunjukkan jumlah piksel dalam satu inci pada layar digital.
Desain website menggunakan PPI yang sesuai agar tampil tajam di monitor maupun smartphone.
Pixel
Unit terkecil yang membentuk gambar digital.
Foto dengan jumlah piksel lebih banyak biasanya memiliki kualitas yang lebih tinggi.
Vector
Jenis gambar yang dibuat menggunakan garis dan kurva matematika sehingga dapat diperbesar tanpa kehilangan kualitas.
Logo perusahaan sebaiknya dibuat dalam format vector agar dapat digunakan pada kartu nama hingga billboard tanpa pecah.
Bitmap (Raster)
Jenis gambar yang tersusun dari kumpulan piksel sehingga kualitasnya bergantung pada resolusi.
Foto produk dari kamera merupakan bitmap sehingga akan pecah jika diperbesar secara berlebihan.
Layer
Lembaran kerja terpisah yang digunakan untuk mengatur setiap elemen desain secara independen.
Logo, background, teks, dan foto ditempatkan pada layer yang berbeda agar lebih mudah diedit.
Group
Fitur untuk menggabungkan beberapa objek menjadi satu kelompok agar lebih mudah dipindahkan atau diedit.
Ikon beserta teks dikelompokkan agar tetap sejajar saat dipindahkan ke posisi lain.
Opacity
Tingkat transparansi suatu objek atau layer.
Desainer menurunkan opacity background menjadi 30% agar teks utama lebih menonjol.
Clipping Mask
Teknik menampilkan objek hanya pada area tertentu menggunakan bentuk sebagai pembatas.
Foto dimasukkan ke dalam bentuk lingkaran menggunakan clipping mask untuk membuat foto profil.
Mask
Teknik menyembunyikan sebagian area gambar tanpa menghapus objek aslinya.
Background foto dihapus menggunakan layer mask sehingga dapat diedit kembali kapan saja.
Smart Object
Layer khusus di Photoshop yang memungkinkan objek diedit tanpa merusak kualitas asli.
Desainer mengubah ukuran logo berkali-kali tanpa kehilangan kualitas karena menggunakan Smart Object.
Transparency
Kondisi ketika suatu objek memiliki tingkat tembus pandang tertentu.
Logo disimpan dengan background transparan agar mudah digunakan di berbagai media.
PNG
Format gambar yang mendukung background transparan dengan kualitas tinggi.
Logo perusahaan biasanya disimpan dalam format PNG untuk ditempatkan pada berbagai desain digital.
JPG / JPEG
Format gambar dengan ukuran file lebih kecil yang cocok untuk foto digital.
Foto produk diunggah ke marketplace menggunakan format JPG agar proses upload lebih ringan.
SVG
Format gambar vector yang dapat diperbesar tanpa kehilangan kualitas dan banyak digunakan pada website.
Ikon website diekspor dalam format SVG agar tetap tajam di berbagai ukuran layar.
PSD
Format file asli Adobe Photoshop yang masih menyimpan seluruh layer dan elemen desain.
File PSD diserahkan kepada tim desain agar proses revisi dapat dilakukan dengan mudah.
AI (Adobe Illustrator File)
Format file asli Adobe Illustrator yang menyimpan seluruh objek vector dan layer.
Logo final disimpan dalam format AI agar dapat diedit kembali untuk berbagai kebutuhan branding.
Wireframe
Rancangan dasar sebuah layout berupa kerangka sederhana tanpa detail visual lengkap, digunakan untuk merencanakan struktur sebelum desain final dibuat.
Sebelum mendesain landing page, desainer membuat wireframe berupa kotak-kotak sederhana untuk menentukan posisi header, gambar, dan tombol.
Bleed
Area tambahan di luar batas ukuran akhir desain cetak, berfungsi mengantisipasi pergeseran saat proses pemotongan kertas.
Desain poster dibuat dengan bleed 3mm di setiap sisi agar tidak ada garis putih tersisa setelah dipotong percetakan.
Crop Marks
Garis-garis kecil di sudut desain cetak yang menandai batas pemotongan akhir.
File yang dikirim ke percetakan disertai crop marks agar operator mesin tahu persis di mana harus memotong kertas.
Negative Space
Ruang kosong di sekitar atau di antara elemen utama desain, yang bisa juga membentuk makna visual tersembunyi jika digunakan secara kreatif.
Logo FedEx terkenal karena memanfaatkan negative space di antara huruf E dan x untuk membentuk gambar panah tersembunyi.
Rhythm
Prinsip desain yang menciptakan pengulangan elemen visual (bentuk, warna, atau jarak) secara konsisten sehingga menghasilkan pergerakan mata yang teratur.
Sebuah brosur menggunakan pola ikon dan jarak yang sama di setiap section agar pembaca merasakan alur baca yang teratur dari atas ke bawah.