Color & Typography
Istilah seputar teori warna dan tipografi, dari mode warna dasar hingga anatomi huruf. Berisi 35 istilah.
RGB (Red, Green, Blue)
Mode warna yang menggunakan kombinasi cahaya merah, hijau, dan biru. Umumnya digunakan untuk media digital seperti website, media sosial, dan aplikasi.
Saat mendesain konten Instagram di Photoshop atau Figma, gunakan mode RGB agar warna tampil sesuai di layar.
CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key/Black)
Mode warna yang digunakan untuk kebutuhan cetak karena menggunakan campuran tinta.
Saat membuat desain brosur atau banner yang akan dicetak, file sebaiknya menggunakan mode CMYK agar hasil warna lebih akurat.
HEX Color
Kode warna yang terdiri dari kombinasi enam digit huruf dan angka, diawali dengan tanda (#). Banyak digunakan pada desain digital dan website.
Brand guideline mencantumkan warna utama dengan kode #0F62FE agar semua desainer menggunakan warna yang sama.
Color Palette
Sekumpulan warna yang dipilih sebagai identitas visual suatu brand atau proyek desain.
Sebuah brand skincare menggunakan kombinasi warna putih, hijau sage, dan krem secara konsisten pada seluruh materi promosi.
Hue
Warna dasar dalam roda warna, seperti merah, biru, hijau, atau kuning.
Mengubah hue dari biru ke hijau akan menghasilkan nuansa visual yang berbeda tanpa mengubah tingkat kecerahan.
Saturation
Tingkat kejenuhan atau intensitas suatu warna. Semakin tinggi saturation, warna akan terlihat semakin kuat.
Untuk desain premium, desainer sering menurunkan saturation agar warna terlihat lebih elegan.
Brightness
Tingkat terang atau gelap suatu warna.
Menaikkan brightness pada foto produk membuat tampilannya lebih cerah dan menarik di marketplace.
Gradient
Perpaduan dua atau lebih warna yang berubah secara bertahap.
Background presentasi menggunakan gradient biru ke ungu agar tampilan lebih modern.
Serif
Jenis huruf yang memiliki kait kecil pada ujung setiap karakter sehingga memberikan kesan formal dan klasik.
Font serif sering digunakan pada logo brand fashion atau majalah premium.
Sans Serif
Jenis huruf tanpa kait sehingga tampil lebih sederhana, modern, dan mudah dibaca.
Desain media sosial umumnya menggunakan font sans serif karena lebih jelas saat dilihat di smartphone.
Script Font
Jenis huruf yang menyerupai tulisan tangan atau kaligrafi.
Digunakan pada desain undangan, logo bakery, atau brand yang ingin memberikan kesan elegan dan personal.
Display Font
Jenis huruf dekoratif yang dirancang untuk menarik perhatian pada judul atau headline.
Poster event menggunakan display font pada judul agar langsung menarik perhatian audiens.
Typeface
Keluarga atau desain keseluruhan suatu jenis huruf yang memiliki berbagai variasi ketebalan dan gaya.
Helvetica merupakan sebuah typeface yang memiliki varian Regular, Bold, Italic, dan Light.
Font
Variasi spesifik dari sebuah typeface berdasarkan ukuran, ketebalan, atau gaya tertentu.
Helvetica Bold 18pt merupakan contoh font dari typeface Helvetica.
Font Pairing
Teknik mengombinasikan dua atau lebih jenis huruf agar desain terlihat harmonis dan mudah dibaca.
Menggabungkan Montserrat sebagai judul dan Open Sans sebagai isi teks untuk menciptakan hierarki yang jelas.
Kerning
Pengaturan jarak antara dua karakter agar tampilan teks lebih proporsional.
Logo sering memerlukan penyesuaian kerning agar setiap huruf terlihat seimbang.
Leading
Pengaturan jarak antar baris pada teks.
Artikel dengan leading yang cukup akan lebih nyaman dibaca dibandingkan teks yang terlalu rapat.
Tracking
Pengaturan jarak antar huruf pada seluruh kata atau kalimat secara keseluruhan.
Judul poster dibuat dengan tracking yang sedikit lebih lebar agar terlihat elegan dan modern.
Readability
Tingkat kemudahan sebuah teks untuk dibaca berdasarkan ukuran, jenis huruf, warna, dan jaraknya.
Desainer memilih ukuran font minimal 16px pada website agar konten tetap nyaman dibaca di berbagai perangkat.
Legibility
Tingkat kejelasan bentuk setiap karakter sehingga mudah dikenali oleh pembaca.
Menghindari penggunaan font dekoratif untuk paragraf panjang agar isi teks tetap mudah dipahami.
Color Wheel
Diagram lingkaran yang menunjukkan hubungan antarwarna, terbagi menjadi warna primer, sekunder, dan tersier, digunakan untuk menentukan kombinasi warna yang harmonis.
Desainer memakai color wheel untuk menentukan warna komplementer yang cocok dipasangkan dengan warna utama brand.
Monochromatic
Skema warna yang menggunakan satu warna dasar dengan variasi tingkat terang, gelap, dan intensitasnya.
Sebuah dashboard aplikasi menggunakan berbagai gradasi biru saja agar tampilannya konsisten dan tidak ramai.
Analogous
Skema warna yang menggunakan beberapa warna berdekatan pada color wheel, menghasilkan tampilan yang harmonis dan natural.
Desain bertema alam menggunakan kombinasi hijau, hijau kekuningan, dan kuning agar terasa segar dan menyatu.
Complementary
Skema warna yang menggunakan dua warna berlawanan pada color wheel, menghasilkan kontras tinggi yang menarik perhatian.
Tombol Call-to-Action berwarna oranye ditempatkan di atas latar biru agar langsung menonjol dan mudah ditemukan.
Split Complementary
Skema warna yang menggunakan satu warna utama dan dua warna di sisi warna komplemennya, menghasilkan kontras yang tetap seimbang.
Sebuah poster memakai warna biru sebagai utama, dipadukan dengan oranye dan kuning kemerahan sebagai aksen.
Triadic
Skema warna yang menggunakan tiga warna berjarak sama pada color wheel, menghasilkan tampilan yang dinamis dan penuh energi.
Brand anak-anak menggunakan kombinasi merah, kuning, dan biru untuk kesan ceria dan playful.
Tetradic
Skema warna yang menggunakan empat warna membentuk persegi panjang pada color wheel, memberikan variasi warna yang kaya.
Desain infografis kompleks memakai empat warna berbeda untuk membedakan empat kategori data sekaligus.
Ascender
Bagian huruf kecil yang menjulang ke atas melewati x-height, seperti pada huruf b, d, atau h.
Desainer memperhatikan panjang ascender saat memilih font agar baris teks tidak saling bertabrakan ketika leading terlalu rapat.
Baseline
Garis imajiner tempat huruf berdiri dalam sebuah teks, menjadi acuan utama penyusunan tipografi.
Semua elemen teks pada sebuah poster disejajarkan mengikuti baseline yang sama agar terlihat rapi.
X-Height
Tinggi huruf kecil non-ascender/descender, seperti huruf "x", yang memengaruhi tingkat keterbacaan sebuah typeface.
Font dengan x-height besar dipilih untuk teks body di ukuran kecil pada aplikasi mobile agar tetap mudah dibaca.
Gamut
Rentang keseluruhan warna yang dapat ditampilkan atau dicetak oleh suatu perangkat atau sistem warna tertentu.
Sebelum mencetak, desainer memeriksa apakah warna cerah desainnya masih berada dalam gamut CMYK printer agar tidak berubah drastis saat dicetak.
Tint
Variasi warna yang dihasilkan dengan menambahkan putih pada warna dasar, membuatnya terlihat lebih terang dan lembut.
Warna merah brand ditambah putih untuk membuat versi tint yang dipakai sebagai warna latar section yang lebih soft.
Tone
Variasi warna yang dihasilkan dengan menambahkan abu-abu pada warna dasar, membuatnya terlihat lebih redup dan netral.
Desainer memakai tone dari warna hijau brand untuk elemen sekunder agar tidak terlalu mencolok dibanding warna utama.
Shade
Variasi warna yang dihasilkan dengan menambahkan hitam pada warna dasar, membuatnya terlihat lebih gelap dan dalam.
Shade dari warna biru brand dipakai sebagai warna teks agar tetap terbaca jelas di atas latar terang.
Widow & Orphan
Widow adalah satu kata atau baris pendek yang terdampar sendirian di awal kolom/halaman baru; Orphan adalah satu kata atau baris pendek yang tertinggal sendirian di akhir kolom/halaman sebelumnya.
Editor menyesuaikan ukuran teks atau memberi line break manual agar tidak ada kata tunggal yang terdampar sendirian di baris terakhir paragraf.